Rabu, 14 April 2010

Cara Install dan Konfigurasi DHCP-server pada Ubuntu 9.10

Setelah begadang semalaman dengan memandang laptop sampe mata hampir keluar.....akhirnya selesai juga menginstall konfigurasi

Langkah-Langkah konfigurasi DHCP server pada Ubuntu 9.10 adalah sebagai berikut :


1.ketik sudo pico /etc/network/interfaces untuk mengedit settingan eth0 menjadi static

#sudo pico /etc/network/interfaces


klo udah jangan lupa di save ctrl+X ,Y trus ENTER.
2.nah....klo udah langsung di restart aja konfigurasi interfacenya dengan cara

# sudo /etc/init.d/networking restart

3.ketik ifconfig untuk melihat konfigurasi interface

#ifconfig

4.lalu selanjutnya saatnya untuk menginstall DHCP-servernya....


sebelumnya ketik "sudo su" dulu biar ga usah ketik sudo-sudo lagi.....capek....hehehheeee

cara install nya adalah ketik :

#apt-get install dhcp3-server

5.kalo udah langsung ketik aja

#pico /etc/default/dhcp3-server       +enter

ntar nongol seperti di bawah ini



nah cari aja di dalam file tersebut tulisan INTERFACES " " ....tanda kutip yang masih kosong di isi dengan tulisan eth0. . kalo udah di isi save file tersebut ctrl+X ,Y trus ENTER.

6. langkah selanjutnya adalah ketik
#pico /etc/dhcp3/dhcpd.conf

tar file di dalamnya di hapus aja...trus di ganti sama punya gw yang di bawah ini

ip dan lainnya sesuai kebutuhan anda..

kalo udah seperti biasa di save...
8.lalu restart dhcp servernya dengan cara
#/etc/init.d/dhcp3/dhcp-server restart






nah karena Ubuntunya adalah Virtual OS yang gw install di Vbox maka langsung terkoneksi oleh windows XP gw(main OS) melalui interface loopback....nah tar di loopbacknya di setting automaticly configuration langsung secara otomatis dapet IP dari server dhcp Ubuntu

nih hasilnya....






mungkin itu ajja yang bisa di sampaikan ...
jika ada keslahan atau kerancuan silahkan cari referensi lain karena gw juga masih belajar...


-----selamat mencoba----















posted by :Aep Syaiful Rochman

Rabu, 07 April 2010

cara singkat dan mudah menkompilasi kernel Ubuntu 9.10

Kompilasi kernel Ubuntu 9.10 dengan cara yang cukup singkat dan tidak rumit...upgrade kernel Ubuntu 2.6.31.-14 menjadi linux 2.6.33.020633
dalam hal ini ada beberapa file .deb yang dibutuhkan untuk mengkomplilasi kernel dengan cara yang singkat ini
yang di butuhkan adalah mendownload seperti dibawah ini :
- linux-headers-2.6.33-020633_2.6.33-020633_all.deb
- linux-headers-2.6.33-020633-generic_2.6.33-020633_i386.deb
- linux-image-2.6.33-020633-generic_2.6.33-020633_i386.deb

Langkah-langkah mengkompile kernel sbb :

1.buka terminal, masuk sebagai admin root. Kalo udah ketik "uname -a" untuk mengetahui versi kernel Ubuntunya
# uname -a


2.ketik dpkg -i untuk memanggil file- file .deb tersebut dengan cara :
#dpkg -i linux-headers-2.6.33-020633_2.6.33-020633_all.deb
di setiap ngetik pake tab
misal pake kasus yg di atas :linux (ketik tab maka muncul "-")setelah itu ketik h(tekan tab maka akan muncul "headers-2.6.33-020633")lalu setelah itu ketik "_"(ketik tab maka akan muncul "2.6.33-020633_all.deb")intinya sih harus lihat judul/nama filenya dan selanjutnya ketik tab sampai semua namanya muncul


---hal ini juga di lakukan untuk pemanggilan file .deb yang lainnya--

3.setelah itu lakukan hal yang sama seperti langkah ke 2 namu nama file .deb-nya berbeda
#dpkg -i linux-headers-2.6.33-020633-generic_2.6.33-020633_i386.deb


4.seletah itu panggil file .deb yang terakhir dengan cara dan langkah yang sama seperti no.2 dan 3

#dpkg -i linux-image-2.6.33-020633-generic_2.6.33-020633_i386.deb

setelah semuanya done maka lakukan reboot pada terminal anda .
# reboot

setelah reboot masuk terminal lagi dan silahkan ketik "uname -a" untuk melihat versi kernel anda apakah versinya sudah berubah atau tidak

# uname -a



nah kalo punya saya sih udah berubah...hehehe
mungkin segitu dulu deh yang bisa saya sampaikan...jika bingung atau kompliasinya gagal, silahkan cari referensi lain.ok.


--selamat mencoba--

Jumat, 02 April 2010

Tips GRATIS.

Mungkin anda pernah mengalami kejadian-kejadian seperti dibawah ini,
Berikut ada beberapa tips untuk menyiasati permasalahan- permasalahan tersebut:
1) Nomor Darurat 
Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di
daerah yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan,
silahkan tekan 112, dan HP akan mencari network yang ada untuk
menyambungkan nomor darurat bagi anda, dan yang menarik, nomor 112
dapat ditekan biarpun keypad dilock....Cobalah..
2) Kunci mobil ada ketinggalan di dalam mobil?
Anda memakai kunci remote? Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil
dan remote cadangannya di rumah, tinggal telpon orang rumah dengan HP,
lalu dekatkan HP anda kurang lebih 30cm dari mobil, dan minta orang
rumah untuk menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang ada
dirumah (waktu menekan tombol pembuka remote, minta orang rumah
mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya)
3) Baterai cadangan tersembunyi 
Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda sedang menunggu telpon
penting, dan telpon anda dibuat oleh NOKIA, silahkan tekan *3370#,
maka telpon anda otomatis restart dan baterai akan bertambah 50%.
Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.
4) Tips untuk men-cek keabsahan mobil/motor anda ( Jakarta area only)
Ketik : metro b86301o (merah no polisi anda) Kirim ke 1717, nanti akan
ada balasan dari kepolisian mengenai data2 kendaraan anda, tips ini
juga berguna untuk mengetahui data2 mobil bekas yang hendak anda
beli/incar .
5) Perampokan di ATM 
Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong
seseorang untuk mengeluarkan uang dari atm, maka anda bisa minta
pertolongan diam2 dengan memberikan nomor pin secara terbalik, misal
no asli pin anda 1254 input 4521 di ATM maka mesin akan mengeluarkan
uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri
tsb. Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit orang
yang tahu. Tolong kasih tahu info kepada yang lain.
semoga berguna yaaah...

Kamis, 01 April 2010

Kriptografi


Kriptografi secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita [bruce Schneier - Applied Cryptography]. Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematis yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data,integritas data, serta autentikasi data [A. Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone - Handbook of Applied Cryptography]. Tidak semua aspek keamanan informasi ditangani oleh kriptografi.
Ada empat tujuan mendasar dari ilmu kriptografi ini yang juga merupakan aspek keamanan informasi yaitu :
1. Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas atau kunci rahasia untuk membuka/mengupas informasi yang telah disandi.
2. Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidak sah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya. 3. Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi/pengenalan, baik secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain.
4. Non-repudiasi., atau nirpenyangkalan adalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat.

-----Algoritma Sandi-----------

algoritma sandi adalah algoritma yang berfungsi untuk melakukan tujuan kriptografis. Algoritma tersebut harus memiliki kekuatan untuk melakukan (dikemukakan oleh Shannon)
---> konfusi/pembingungan (confusion), dari teks terang sehingga sulit untuk direkonstruksikan secara langsung tanpa menggunakan algoritma dekripsinya.
---> difusi/peleburan (difusion), dari teks terang sehingga karakteristik dari teks terang tersebut hilang.
sehingga dapat digunakan untuk mengamankan informasi. Pada implementasinya sebuah algoritmas sandi harus memperhatikan kualitas layanan/Quality of Service atau QoS dari keseluruhan sistem dimana dia diimplementasikan. Algoritma sandi yang handal adalah algoritma sandi yang kekuatannya terletak pada kunci, bukan pada kerahasiaan algoritma itu sendiri. Teknik dan metode untuk menguji kehandalan algoritma sandi adalah kriptanalisa.
Dasar matematis yang mendasari proses enkripsi dan dekripsi adalah relasi antara dua himpunan yaitu yang berisi elemen teks terang /plaintextdan yang berisi elemen teks sandi/ciphertext. Enkripsi dan dekripsi merupakan fungsi transformasi antara himpunan-himpunan tersebut. Apabila elemen-elemen teks terang dinotasikan dengan P, elemen-elemen teks sandi dinotasikan dengan C, sedang untuk proses enkripsi dinotasikan dengan E, dekripsi dengan notasi D.
Enkripsi : E(P) = C
Dekripsi : D(C) = P atau D(E(P)) = P
Secara umum berdasarkan kesamaan kuncinya, algoritma sandi dibedakan menjadi :
  • kunci-simetris/symetric-key, sering disebut juga algoritma sandi konvensional karena umumnya diterapkan pada algoritma sandi klasik
  • kunci-asimetris/asymetric-key
Berdasarkan arah implementasi dan pembabakan jamannya dibedakan menjadi :
Berdasarkan kerahasiaan kuncinya dibedakan menjadi :
Pada skema kunci-simetris, digunakan sebuah kunci rahasia yang sama untuk melakukan proses enkripsi dan dekripsinya. Sedangkan pada sistem kunci-asimentris digunakan sepasang kunci yang berbeda, umumnya disebut kunci publik(public key) dan kunci pribadi (private key), digunakan untuk proses enkripsi dan proses dekripsinya. Bila elemen teks terang dienkripsi dengan menggunakan kunci pribadi maka elemen teks sandi yang dihasilkannya hanya bisa didekripsikan dengan menggunakan pasangan kunci pribadinya. Begitu juga sebaliknya, jika kunci pribadi digunakan untuk proses enkripsi maka proses dekripsi harus menggunakan kunci publik pasangannya.


algoritma sandi kunci-simetris

Skema algoritma sandi akan disebut kunci-simetris apabila untuk setiap proses enkripsi maupun dekripsi data secara keseluruhan digunakan kunci yang sama. Skema ini berdasarkan jumlah data per proses dan alur pengolahan data didalamnya dibedakan menjadi dua kelas, yaitu block-cipher dan stream-cipher.


Block-Cipher

Block-cipher adalah skema algoritma sandi yang akan membagi-bagi teks terang yang akan dikirimkan dengan ukuran tertentu (disebut blok) dengan panjang t, dan setiap blok dienkripsi dengan menggunakan kunci yang sama. Pada umumnya, block-cipher memproses teks terang dengan blok yang relatif panjang lebih dari 64 bit, untuk mempersulit penggunaan pola-pola serangan yang ada untuk membongkar kunci. Untuk menambah kehandalan model algoritma sandi ini, dikembangkan pula beberapa tipe proses enkripsi, yaitu :


Stream-Cipher

Stream-cipher adalah algoritma sandi yang mengenkripsi data persatuan data, seperti bit, byte, nible atau per lima bit(saat data yang di enkripsi berupa data Boudout). Setiap mengenkripsi satu satuan data di gunakan kunci yang merupakan hasil pembangkitan dari kunci sebelum.


Algoritma-algoritma sandi kunci-simetris

Beberapa contoh algoritma yang menggunakan kunci-simetris:


Algoritma Sandi Kunci-Asimetris

Skema ini adalah algoritma yang menggunakan kunci yang berbeda untuk proses enkripsi dan dekripsinya. Skema ini disebut juga sebagai sistem kriptografi kunci publik karena kunci untuk enkripsi dibuat untuk diketahui oleh umum (public-key) atau dapat diketahui siapa saja, tapi untuk proses dekripsinya hanya dapat dilakukan oleh yang berwenang yang memiliki kunci rahasia untuk mendekripsinya, disebut private-key. Dapat dianalogikan seperti kotak pos yang hanya dapat dibuka oleh tukang pos yang memiliki kunci tapi setiap orang dapat memasukkan surat ke dalam kotak tersebut. Keuntungan algoritma model ini, untuk berkorespondensi secara rahasia dengan banyak pihak tidak diperlukan kunci rahasia sebanyak jumlah pihak tersebut, cukup membuat dua buah kunci, yaitu kunci publik bagi para korensponden untuk mengenkripsi pesan, dan kunci privat untuk mendekripsi pesan. Berbeda dengan skema kunci-simetris, jumlah kunci yang dibuat adalah sebanyak jumlah pihak yang diajak berkorespondensi.


Fungsi Enkripsi dan Dekripsi Algoritma Sandi Kunci-Asimetris

Apabila Ahmad dan Bejo hendak bertukar berkomunikasi, maka:
  1. Ahmad dan Bejo masing-masing membuat 2 buah kunci
    1. Ahmad membuat dua buah kunci, kunci-publik \!K_{publik[Ahmad]} dan kunci-privat \!K_{privat[Ahmad]}
    2. Bejo membuat dua buah kunci, kunci-publik \!K_{publik[Bejo]} dan kunci-privat \!K_{privat[Bejo]}
  2. Mereka berkomunikasi dengan cara:
    1. Ahmad dan Bejo saling bertukar kunci-publik. Bejo mendapatkan \!K_{publik[Ahmad]} dari Ahmad, dan Ahmad mendapatkan \!K_{publik[Bejo]} dari Bejo.
    2. Ahmad mengenkripsi teks-terang \!P ke Bejo dengan fungsi \!C = E(P,K_{publik[Bejo]})
    3. Ahmad mengirim teks-sandi \!C ke Bejo
    4. Bejo menerima \!C dari Ahmad dan membuka teks-terang dengan fungsi \!P = D(C,K_{privat[Bejo]})
Hal yang sama terjadi apabila Bejo hendak mengirimkan pesan ke Ahmad
  1. Bejo mengenkripsi teks-terang \!P ke Ahmad dengan fungsi \!C = E(P,K_{publik[Ahmad]})
  2. Ahmad menerima \!C dari Bejo dan membuka teks-terang dengan fungsi \!P = D(C,K_{privat[Ahmad]})

]Algoritma -Algoritma Sandi Kunci-Asimetris


Fungsi Hash Kriptografis

Fungsi hash Kriptografis adalah fungsi hash yang memiliki beberapa sifat keamanan tambahan sehingga dapat dipakai untuk tujuan keamanan data. Umumnya digunakan untuk keperluan autentikasi dan integritas data. Fungsi hash adalah fungsi yang secara efisien mengubah string input dengan panjang berhingga menjadi string output dengan panjang tetap yang disebut nilai hash.


Sifat-Sifat Fungsi Hash Kriptografi

  • Tahan preimej (Preimage resistant): bila diketahui nilai hash h maka sulit (secara komputasi tidak layak) untuk mendapatkan m dimana h = hash(m).
  • Tahan preimej kedua (Second preimage resistant): bila diketahui input m1 maka sulit mencari input m2 (tidak sama dengan m1) yang menyebabkan hash(m1) = hash(m2).
  • Tahan tumbukan (Collision-resistant): sulit mencari dua input berbeda m1 dan m2 yang menyebabkan hash(m1) = hash(m2)


Algoritma-Algoritma Fungsi Hash Kriptografi

Beberapa contoh algoritma fungsi hash Kriptografi: